Insiden ambruknya lapangan padel di Anwa Racquet Club, Jakarta Barat, menjadi pengingat penting bagi dunia konstruksi. Dari foto dan video yang beredar, terlihat beberapa faktor teknis yang patut dikaji. Salah satunya adalah tapak angkur yang terangkat, menandakan potensi lemahnya mutu beton atau kurangnya pengujian kekuatan tekan sebelum instalasi struktur utama dilakukan.
Selain itu, tampak kurangnya perkuatan lateral support pada bagian bawah truss, membuat sistem rangka kehilangan kestabilan saat menerima gaya horizontal dari angin. Ketidakhadiran elemen pengaku ini memperbesar risiko deformasi dan keruntuhan mendadak.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah air hujan yang terjebak di atas atap membrane, yang menambah beban vertikal pada struktur secara signifikan. Kombinasi antara beban air, angin, dan sambungan yang tidak diperkuat optimal dapat mempercepat kegagalan sistem atap.
Kejadian ini menegaskan bahwa konstruksi bukan hanya soal harga, tetapi soal kualitas pekerjaan, pengujian material, dan disiplin teknis. Pengawasan dan verifikasi setiap elemen struktur wajib dilakukan agar keselamatan menjadi prioritas utama.





Leave a Reply